Biru, mingiringi langkahmu Dengan semua sembilu pilu Yang tak ingin tau Biru, dekap tubuh lemah ini Untuk mengusir semua sepi Dan melupakan yang sudah berlari Biru, tetaplah biru Jangan pernah membisu Dan janganlah berlalu -Aksara Hitam-
Senja " Si Pelipur Lara " Sebuah kata, 3 konsonan dan 2 huruf hidup Jingganya membahagiakan Harumnya mengingatkan pada HARAPAN yang pernah menjadi KENYATAAN Senja juga tak selamanya membahagiakan Ia juga bisa mengecewakan, ketika rindu yang kau titipkan untuk si tuan yang FANA tak pernah terbalas, Atau mungkin tersampaikan pun TIDAK -Aksara Hitam-
Lama sejak sajak itu ku tulis, sudah beribu kata ku langitkan, dan sekarang aku kembali, kembali dengan senyum. Tapi hanya sebagai lukisan, bukan nyata. Tak apa, setidaknya malam ku sudah lebih bahagia (sepertinya). Monologihati, bolehkan aku sekedar mampir dimimpinya?— Sekedar bertemu walau bayang, berdoa agar nyata namun hilang. Jika kau izinkan, terima kasih.
Padamu, si tuan berjaket hitam Dariku, si jiwa sedih yang terpendam Dan, untuk ingat yang tak kunjung padam Kisahnya kini sudah seperti warna jaketmu Hitam, dan tak tau jemu Menanti kembali ke rumah namun semu Pada setiap untaian majasku Yang indah namun tak membuatmu terpaku Hanya membisu dengan hati yang kaku -Aksara Hitam-
Komentar
Posting Komentar